Muaro jambi, gematrandingnews.com – Kemacetan parah terjadi di kawasan Tanjung Pauh KM 32, Kabupaten Muaro jambi, Provinsi Jambi, Jumat (11/9/2026). Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah sopir truk batu bara yang melintas di wilayah tersebut.
Menurut keterangan salah seorang sopir yang disebut inisial EPI, kemacetan diduga dipicu oleh kondisi jalan yang berlubang serta adanya portal yang dipasang di jalur lintasan kendaraan.
“Diduga jalan berlubang dan dipasang portal di jalan lintasan kami oleh oknum preman di daerah itu. Kami sudah membayar Rp5.000, tetapi tetap tidak bisa lewat. Jalannya diportal, Bang, bagaimana kami mau lewat,” ujar nya.
Selain mengeluhkan kemacetan, EPI juga menyampaikan dugaan adanya pungutan yang kerap dialami para sopir di kawasan tersebut. Menurutnya, sopir yang tidak memberikan uang diduga mendapat ancaman dari oknum tertentu.
“Di jalan tersebut para sopir kerap diperas oleh oknum preman wilayah itu. Kalau tidak diberi uang, mereka mengajak memecahkan kaca mobil,” ujarnya.
Keterangan tersebut merupakan dugaan berdasarkan penuturan sopir dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Jika benar terjadi pungutan disertai ancaman atau pengrusakan kendaraan, aparat penegak hukum perlu melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
Kemacetan dan dugaan pungutan tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai pengawasan jalur angkutan batu bara, legalitas pemasangan portal, serta jaminan keamanan bagi para pengemudi yang melintas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai penyebab kemacetan, keberadaan portal, serta dugaan pungutan dan ancaman di kawasan Tanjung Pauh KM 32.
(Red)
