Batanghari, gematrandingnews.com–Jalan yang merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Desa Mersam, maupun Desa sekitar di Kecamatan Mersam Kabupaten Batang hari Propinsi Jambi, Kamis 24/04/25.
Namun, akses Jalan utama menuju kebun dan Desa tetangga, Desa Koto Boyo Kecamatan Batin XXIV, yang menjadi jalur vital penghubung Para petani untuk Membawa Hasil Panen Buah kelapa sawit maupun getah karet untuk di bawa dan di jual ke pengepul, kini mengalami kerusakan cukup parah dan sangat memprihatin kan, pasalnya Jalan Desa yang di bangun pada tahun 2011 lalu, kini sudah banyak mengalami kerusakan, setelah sekian tahun di kuasai dan di lewati oleh Hauling Batu Bara PT Bangun Energi Indonedia (BEI), menuju pelabuhan JT.
Pantauan gematrandingnews.com, di lapangan ada beberapa titik kerusakan berat di sepanjang ruas jalan Desa Mersam. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas, jika saat musim hujan.
“Jalan ini satu-satunya akses, kami bang Untuk membawa buah kelapa sawit, getah karet, dan lainnya,” kata warga saat di konfirmasi di lapangan, “Kami berharap kepada Pemerintah agar segera melirik kondisi ini.
Jika Tidak ada perawatan dan perbaikan, jalan Desa ini, akan semakin rusak dan tidak bisa lagi di tempuh oleh masyarakat.
Kepala Desa Mersam H. Asuro membenarkan hal tersebut, “sudah ada beberapa warga yang datang ke rumahnya konflain terkait pembuangan limbah tanah yang menutupi jalan akses ke perkebunan warga, Kata dia.
Di tempat terpisah, “Camat Mersam Rinto Saputra, saat di konfirmasi, tidak banyak berkomentar terkait polemik yang menjadi permasalahan jalan di desa Mersam, “Maaf saya belum mengatahui masalah itu, saya rasa lebih tepat nya kordinasi ke langsung ke kades Mersam, kata dia. Tambahnya
Saya tidak bisa memberikan komentar, karena saya belum mengetahui dimana jalan desa nya, imbuhnya.
Sehingga Berita ini terbitkan, menurut warga sekitar belum ada Pemerintah yang turun tangan untuk melihat kondisi jalan itu. (Red)
