Batang hari, gematrandingnews.com-Puluhan warga Desa Koto Boyo, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batang Hari, Propinsi Jambi, Setelah mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batanghari, menuntut tanggapan atas laporan pencemaran lingkungan yang diduga disebabkan oleh aktivitas Perusahaan Stockfile Tambang Batu Bara PT. BHJ atau PDN. Warga yang telah melayangkan surat pengaduan pada 9 Desember 2024, merasa kecewa karena belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah ini.
Lokasi pelabuhan batu bara ini di seberang desa kota boyo, hanya berjarak 200 meter dari permukiman warga. Begitu Memperhatinkan saat dilihat langsung saat tambang beraktivitas yang mana, debu debu bertebaran sampai masuk ke dalam rumah warga, perlu juga di perhatinkan saat anak-anak yang lagi asyik bermain, tampak debu-debu melekat di tubuh mereka, dan ini termasuk dapat merusak pencemaran udara dan lingkungan setempat.
Berkenan juga mengenai sungai Batanghari kini sudah tercemari, banyak masyarakat mengeluh atas perbuatan oknum perusahaan BHJ atau PDN.
Abun Yani, selaku perwakilan masyarakat desa koto boyo, menyampaikan kembali kepada media gematrandingnews.com, Rabu, 25 Desember 2024, Pukul : 15.00 wib. “Kepada Yth, Bapak Gebernur jambi, bapak Bupati Batanghari,Dinas DLH Kabupaten Batanghari dan Dinas Kementerian Perindustrian Jakarta Pusat.
Kami yang bersangkutan atas nama masyarakat Desa Koto Boyo, Memohon tolong bantuannya Pak!, Perusahaan BHJ atau PDN Seberang Desa Koto Boyo, Segera ditutup”. Tuturnya
Masyarakat kini mengeluh atas tidak adanya rasa simpati dari pihak dinas terkait, setelah melakukan demo damai di Kantor Dinas lingkungan hidup (DLH), Kabupaten Batanghari. Sampai saat ini tidak ada juga jawaban mengenai pencemaran lingkungan yang dilakukan perusahaan BHJ atau PDN. Hingga berita ini dilayangkan kembali.
(Tim Ef)


















