Batang Hari, gematrandingnews.com – Terkait limbah PDAM Unit Desa Suka Ramai yang viral di media sosial, Kepala Desa Suka Ramai, Saalmi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan masyarakat mengenai limbah yang mengalir dari selokan hingga ke halaman rumah warga.
Laporan tersebut, menurut Saalmi, telah disampaikan masyarakat sejak sebelumnya. Ia menyebut, sekitar 21 Juni 2025, selokan di kawasan RT 05 dan RT 06 Desa Suka Ramai, Kecamatan Muara Tembesi, pernah dibersihkan secara bergotong royong.
Namun, hingga Senin (14/9/2026), Saalmi menilai perawatan terhadap saluran tersebut belum dilakukan secara maksimal oleh pihak PDAM Unit Desa Suka Ramai.
“Waktu itu, pihak PDAM menyampaikan bahwa ke depannya akan bergotong royong membersihkan selokan tersebut,” ujar Saalmi.
Menurutnya, PDAM merupakan badan usaha yang semestinya memiliki tanggung jawab terhadap perawatan fasilitas dan saluran yang berkaitan dengan aktivitas operasionalnya, termasuk memastikan aliran air limbah tidak mengganggu lingkungan maupun halaman rumah warga.
Saalmi juga menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Suka Ramai telah mengimbau masyarakat untuk bergotong royong membersihkan selokan. Namun, sebagian warga enggan melakukannya karena menilai persoalan tersebut berkaitan dengan aktivitas badan usaha.
“Pemerintah desa sudah mengimbau warga untuk bergotong royong membersihkan selokan. Namun, warga tidak mau karena menurut mereka kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab badan usaha,” jelasnya.
Viralnya persoalan ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai komitmen perawatan lingkungan di sekitar unit PDAM, khususnya di wilayah RT 05 dan RT 06 Desa Suka Ramai.
Masyarakat berharap pihak PDAM segera memberikan penjelasan resmi terkait sumber aliran limbah, sistem pengelolaan dan perawatan saluran, serta langkah konkret untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Unit Desa Suka Ramai belum memberikan tanggapan terkait keluhan warga tersebut.
(Red)


















