banner 728x250

Dugaan Tabrak Lari Libatkan Oknum Polisi hingga Korban Meninggal Dunia, Keluarga Desak Proses Hukum

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 90.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 120x600
banner 468x60

Batang Hari, gematrandingnews.com – Penanganan kasus dugaan tabrak lari yang diduga melibatkan oknum anggota kepolisian berinisial AN di Jembatan Panjang, Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, menjadi perhatian keluarga korban. Hampir dua pekan sejak peristiwa pada 27 September 2026, keluarga korban mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan memberikan kepastian keadilan.

Jumat (9/10/2026), pihak keluarga korban yang didampingi kuasa hukumnya, Sapri, S.H., menegaskan bahwa mereka menginginkan perkara tersebut tetap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

banner 325x300

Menurut Sapri, hingga saat ini pihak keluarga belum melihat adanya itikad baik dari pihak yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. Karena itu, keluarga meminta aparat penegak hukum tidak menghentikan penanganan perkara dan menuntaskannya secara profesional.

Sapri mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Berdasarkan informasi yang diterima pihak korban, perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan.

Perkembangan ini menjadi bagian penting dalam penanganan kasus yang berujung pada meninggalnya korban. Namun, keluarga tentu berharap proses penyidikan tidak sebatas pemberitahuan administratif, melainkan berlanjut hingga terdapat kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab dan penegakan hukum sesuai hasil penyidikan.

Sejumlah hal masih perlu mendapat penjelasan resmi dari penyidik, mulai dari kronologi lengkap kecelakaan, hasil pemeriksaan saksi, alat bukti yang telah dikumpulkan, hingga perkembangan penanganan terhadap terduga pihak yang terlibat.

Apabila dugaan keterlibatan anggota kepolisian tersebut terbukti, penanganan perkara diharapkan tetap berjalan berdasarkan hukum dan alat bukti, tanpa memandang status maupun jabatan pihak yang bersangkutan.

Riki, anak korban juga menyampaikan harapannya agar aparat penegak hukum memproses perkara ini secara adil.

Bagi keluarga, perkara ini bukan sekadar persoalan kecelakaan lalu lintas, melainkan menyangkut hilangnya nyawa anggota keluarga serta harapan untuk memperoleh kepastian hukum.

Keluarga meminta agar penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih. Mereka juga berharap setiap perkembangan penyidikan disampaikan secara jelas sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan.

Kasus ini turut menyoroti pentingnya transparansi dalam penanganan perkara kecelakaan lalu lintas yang diduga melibatkan aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, terduga pelaku belum dapat di konfirmasi. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *