Jejak Cakaran Diduga Beruang Ditemukan Dekat PKS PT Damasraya, Warga Makin Resah

Batang Hari, gematrandingnews.com – Kekhawatiran warga Desa Tanjung Putra, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, terkait kemunculan satwa liar yang diduga beruang semakin meningkat.

Selain laporan bahwa satwa tersebut telah berkeliaran dan memasuki kawasan permukiman, menurut keterangan warga, ditemukan bekas cakaran pada batang pohon di sekitar kawasan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Damasraya Palma Sejahtera (Damasraya) di Desa Tanjung Putra.

Temuan bekas cakaran tersebut belum dapat dipastikan secara independen sebagai jejak beruang. Namun, keberadaannya menjadi perhatian warga mengingat sebelumnya Pemerintah Desa Tanjung Putra telah mengirimkan surat resmi kepada BKSDA Jambi pada 22 September 2026 untuk meminta penanganan terhadap satwa yang disebut telah memasuki areal permukiman.

Dalam surat bernomor 900/121/TP/IX/2026, Kepala Desa Tanjung Putra Amrin H. Putro menyebut keberadaan binatang buas tersebut telah berkeliaran selama sekitar satu minggu dan mulai mengkhawatirkan masyarakat.

“Pada saat ini binatang tersebut sudah memasuki permukiman di Desa Tanjung Putra Kecamatan Mersam Kabupaten Batang Hari,” demikian isi surat permohonan tersebut.

BKSDA Diminta Segera Verifikasi
Temuan bekas cakaran di pohon tentunya perlu diverifikasi oleh petugas berwenang untuk memastikan jenis satwa yang meninggalkan tanda tersebut.

Dalam beberapa kasus di Jambi, BKSDA melakukan verifikasi lapangan terhadap laporan keberadaan beruang dengan memeriksa tanda-tanda seperti bekas cakaran pada pohon. Pada kasus di Kabupaten Kerinci pada April 2026, tim BKSDA menemukan bekas cakaran yang masih segar dan kemudian melakukan pemantauan serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

Sementara itu, BKSDA Jambi juga pernah menangani konflik beruang madu di wilayah Kabupaten Batang Hari, termasuk melakukan evakuasi satwa di Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, pada Juni 2025.

Dengan adanya laporan warga mengenai bekas cakaran di sekitar PKS PT Damasraya serta dugaan kemunculan beruang di kawasan permukiman, masyarakat berharap BKSDA Jambi segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Warga juga diimbau untuk tidak mendekati atau mencoba menangkap satwa tersebut apabila kembali terlihat, serta segera melaporkan keberadaannya kepada pemerintah desa atau petugas terkait. (Red)

Exit mobile version