Batang hari, gematrandingnews.com-Rangkaian proyek pembangunan dan rehabilitasi fasilitas Kodim Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, di kelurahan Kampung Baru Kecamatan Muara Tembesi.
kembali menjadi sorotan publik. Setelah proyek kantor Kodim tahun 2022 dan rumah dinas yang dikerjakan pada tahun 2023, dinyatakan selesai, kini proyek pembangunan Kantor Makodim Batanghari Tahun Anggaran 2025 tengah berjalan di bawah bayang-bayang dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material.
Berdasarkan hasil pantauan awak media di lapangan, kondisi proyek pembangunan Kantor Makodim masih berada pada tahapan pengerjaan struktur. Sejumlah pekerja tampak melakukan kegiatan pengecoran dan pemasangan material besi di lokasi yang belum tertata dengan baik.
1. Rehabilitasi Rumah Dinas Dandim Type 120 (Tahun 2023)
Nilai kontrak: Rp 694.907.793,34
Pelaksana: CV. Karya Putra Bungsu
Pengawas: CV. Rekacipta Teknik Konsultan
Status: Selesai
2. Pembangunan Rumah Dinas Kasdim dan Perwira Staf Kodim (Tahun 2023)
Nilai kontrak: Rp 1.816.946.122,66
Pelaksana: CV. Akbar Putra Jaya
Pengawas: CV. Rekacipta Teknik Konsultan
Status: Selesai
3. Pembangunan Kantor Makodim Kabupaten Batanghari (Tahun 2022)
Berdasarkan data resmi LPSE Kabupaten Batanghari, proyek ini dimenangkan oleh CV. Gapura Construction, beralamat di Jl. Kasuari No. 24, Kel. Pakuan Baru, Kota Jambi.
Pagu anggaran: Rp 4.000.046.724,00
Harga terkoreksi: Rp 3.913.335.193,55
Jenis pekerjaan: Konstruksi
Satuan kerja: Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batanghari
Status pekerjaan telah usai.
4. Pembangunan pekerjaan penataan bangunan dan lingkungan kawasan Makodim, Nomor kontrak: 643/48/KNT/APBD/CK.PUPR/2025
Tanggal kontrak: 3 Oktober 2025
Nilai kontrak: RP 4.981.185.781
Masa pelaksanaan: 75 Hari kalender
Kontraktor pelaksana: CV. Putra Jaya Perkasa
Konsultan pengawas: CV. Pertama Konsultan
Dalam pantauan lapangan, ditemukan dugaan penggunaan besi behel jenis banci yang diketahui memiliki kekuatan lebih rendah dibandingkan besi berstandar SNI. Hal ini memunculkan kekhawatiran dari masyarakat terkait kualitas dan daya tahan bangunan yang sedang dikerjakan.
“Kami lihat langsung, besinya bukan besi standar proyek pemerintah. Kalau benar pakai behel banci, bisa bahaya untuk bangunan besar seperti kantor Makodim,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (31/10/2025).
Dua Proyek Selesai, Tapi Sorotan Kualitas Belum Padam
Meski proyek rehabilitasi rumah dinas Dandim, Kasdim serta staf Kodim (2023) sudah selesai, namun sejumlah pihak menilai hasilnya tidak menunjukkan kualitas yang optimal.
Permukaan dinding dan struktur plafon Makodim di tiga titik terpantau mulai mengalami retakan dan Ambruk.
“Bangunan baru dua tahun, tapi sudah mulai ada yang retak dan ambruk. Ini menandakan kualitasnya tidak seimbang dengan nilai anggaran,” kata seorang warga setempat yang turut mengamati perkembangan proyek tersebut.
Sejumlah tokoh masyarakat mendesak agar Dinas PUTR Kabupaten Batanghari, Inspektorat Daerah, Maupun pihak Penegak Hukum segera melakukan pemeriksaan terhadap seluruh proyek yang berhubungan dengan fasilitas Kodim, baik yang sudah selesai maupun yang sedang berjalan.
“Kami minta pemerintah serius mengawasi. Jangan hanya seremonial selesai proyek, tapi kualitasnya buruk. Ini uang rakyat, harus transparan,” tegas seorang tokoh masyarakat Batanghari.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor, konsultan pengawas, maupun pejabat terkait dari Dinas PUTR Kabupaten Batanghari belum memberikan keterangan resmi. (Red)
