JAMBI, gematrandingnews.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi sukses menggelar Presisi Merdeka Run (PMR) 2026 di Lapangan Garuda, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang dibuka sekaligus ditutup oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Siregar tersebut berlangsung meriah. Sebanyak 8.760 peserta ambil bagian dalam ajang olahraga yang turut melibatkan masyarakat, komunitas olahraga, pemerintah daerah, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan berlangsung. Selain perlombaan lari, panitia juga menyediakan berbagai hadiah dan doorprize yang semakin menambah semarak PMR 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jambi, Wakapolda Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Bupati Bungo, Bupati Muaro Jambi beserta Forkopimda, para pejabat utama (PJU) Polda Jambi, para Kapolres, PJU Polresta Jambi, peserta, pelaku UMKM, serta masyarakat.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Siregar mengatakan, tingginya jumlah peserta menjadi bukti besarnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut.
“Antusias masyarakat Jambi luar biasa. Bisa dilihat dari jumlah peserta sebanyak 8.760 orang. Syukur Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik dan keselamatan peserta dapat terjaga,” ujar Krisno.
Menurutnya, peserta PMR 2026 tidak hanya berasal dari Provinsi Jambi. Sejumlah peserta juga datang dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Kalimantan Utara, Bandung, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.
Krisno berharap Presisi Merdeka Run dapat menjadi agenda tahunan sekaligus menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet muda asal Jambi.
“Kami berharap mudah-mudahan ke depannya ini bisa menjadi agenda tahunan. Kami bangga karena ada bibit-bibit yang juga keluar dari anak-anak Jambi,” katanya.
Ia mengatakan, bibit-bibit atlet tersebut perlu mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan agar dapat berkembang menjadi atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Provinsi Jambi.
Kapolda menegaskan, Presisi Merdeka Run 2026 bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat serta sarana memperkuat sinergitas dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
“Kegiatan Presisi Merdeka 2026 ini tujuannya bukan hanya untuk event olahraga, tetapi juga untuk menunjukkan kehadiran Polri terhadap masyarakat dan membangun sinergitas,” jelasnya.
Menurut Krisno, mengelola kegiatan dengan jumlah peserta lebih dari 8.000 orang membutuhkan dukungan banyak pihak, khususnya pemerintah daerah.
Ia bahkan menilai PMR 2026 sudah memiliki skala nasional karena mampu menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini bukti bahwa kita bisa melaksanakan event. Kalau boleh dikatakan, ini sudah nasional. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.
Selain olahraga, PMR 2026 juga memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat Kota Jambi.
Konsep sport tourism dinilai mampu mendatangkan komunitas olahraga dari berbagai daerah sekaligus mendorong kunjungan dan transaksi ekonomi.
Kapolda menyebut, berdasarkan informasi dari Wali Kota Jambi, perputaran ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut diperkirakan mencapai Rp56 miliar.
“Ini juga secara perekonomian bagi masyarakat di Kota Jambi. Yang dikenal dengan sport tourism, ada komunitas di Indonesia bahkan dunia yang mencari event-event seperti ini untuk mencari arena ataupun track-nya. Pak Wali Kota menyampaikan kepada saya, uang yang berputar sekitar Rp56 miliar,” kata Krisno.
Dampak tersebut, lanjutnya, tidak hanya dirasakan pelaku UMKM, tetapi juga sektor perhotelan dan berbagai usaha masyarakat lainnya.
Kapolda pun mengajak masyarakat Jambi untuk semakin siap menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional sekaligus memperkenalkan budaya dan potensi daerah kepada masyarakat dari luar Jambi.
“Saya mengimbau masyarakat di Jambi harus siap menjadi tuan rumah, sebagaimana yang kita tunjukkan. Kita juga bisa menampilkan budaya Jambi sehingga masyarakat dari daerah lain dapat mengenal budaya Jambi,” ujarnya.
Di sisi lain, Krisno juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pelaksanaan PMR 2026 menyebabkan terganggunya arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
“Saya mohon maaf mungkin akibat pelaksanaan ini membuat rute terganggu dan kami mengalihkan rutenya,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM, Alisa, mengaku kegiatan Presisi Merdeka Run tahun ini memberikan dampak positif terhadap usahanya.
“Kalau dilihat dari tahun lalu, ramainya tahun ini lebih terasa dalam kegiatan run ini. Menurut saya, kegiatan ini sangat membantu UMKM,” ujar Alisa.
Ia mengatakan, stan miliknya yang menjual Kopi Paman mendapatkan lebih banyak kunjungan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Kami di sini jual Kopi Paman, jadi lebih banyak masyarakat yang singgah di stan kami dan mengetahui produk yang kami jual. Begitu juga yang saya perhatikan di stan-stan UMKM lainnya,” katanya.
Alisa berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi salah satu sarana untuk semakin mendekatkan Polda Jambi dengan masyarakat.
“Semoga Polda Jambi semakin jaya dan terus semakin mengayomi masyarakat, khususnya warga di Provinsi Jambi,” tutupnya.
(RB)


















