banner 728x250

Anak Petani di Muara Tembesi Lulus TNI AD, Kisah Redo Pratama Jadi Inspirasi Generasi Muda

banner 120x600
banner 468x60

Batang Hari, gematrandingnews.com – Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Kisah tersebut tercermin dari perjalanan Redo Pratama, pemuda asal Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Jambi, yang berhasil lulus seleksi menjadi calon prajurit TNI Angkatan Darat.

Redo merupakan anak pertama dari pasangan Andi Priansya dan Tika. Berasal dari keluarga petani, kondisi ekonomi keluarga tidak menyurutkan tekadnya untuk mengejar cita-cita mengabdikan diri kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

banner 325x300

Perjalanan menuju kelulusan tersebut tidak mudah. Redo harus melewati sejumlah tahapan seleksi yang ketat, mulai dari pemeriksaan administrasi dan dokumen, tes kesehatan, psikologi hingga kesamaptaan jasmani.

Dengan tekad, disiplin dan dukungan keluarga, Redo akhirnya berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga dinyatakan lulus dalam sidang kelulusan seleksi TNI AD pada 24 September 2026 di lingkungan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB), Padang, Sumatera Barat.

Kabar kelulusan itu pun disambut haru oleh keluarga. Dalam sebuah foto keluarga, terlihat tulisan di papan karton yang berbunyi:
“Ayah, Ibu, Allah Maha Baik. Doa kalian sudah dijabah. Anakmu jadi tentara.”
Orang tua Redo, Andi Priansya, atau yang akrab disapa Andi Sogot, saat dihubungi awak media pada 24 September 2026, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas keberhasilan sang anak.

Menurutnya, keinginan Redo menjadi prajurit TNI AD merupakan cita-cita yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut dicapai melalui proses seleksi dan perjuangan Redo bersama dukungan keluarga.

“Anak saya ingin menjadi TNI AD karena ingin membuat orang tua dan keluarganya bangga. Masuk TNI AD ini murni atas jerih payah, tekad dan dukungan keluarga,” ujar Andi.

Ia mengaku sangat terharu sekaligus bahagia atas pencapaian putranya.
“Saya dan keluarga sangat terharu dan bahagia sampai detik ini. Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT atas terkabulnya doa kami dan kepada keluarga yang sudah memberikan dukungan penuh kepada Redo,” ungkapnya.

Andi juga menyampaikan harapannya agar Redo dapat menjalani pendidikan dengan baik serta menjadi prajurit yang membanggakan keluarga dan dapat mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Kami mendoakan semoga anak saya menjadi anak yang membanggakan orang tua, berbakti kepada negara, nusa dan bangsa,” tuturnya.

Setelah dinyatakan lulus, Redo selanjutnya akan mengikuti pendidikan Sekolah Calon Tamtama (Secata) TNI AD tahun 2026 sesuai penempatan dan ketentuan pendidikan TNI AD.

Kisah Redo menjadi gambaran bahwa perjuangan, disiplin, doa dan dukungan keluarga dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang anak untuk mengejar cita-cita, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda di Kabupaten Batang Hari untuk terus berusaha meraih masa depan yang diimpikan.
(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *