BATANG HARI, gematrandingnews.com — Pembangunan prasarana pendidikan di SMKN 6 Batang Hari, Provinsi Jambi, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2023, menjadi sorotan. Pasalnya, selasar bangunan dilaporkan mengalami keretakan di sejumlah titik sehingga memunculkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pembangunan tersebut mencakup Ruang Praktik Siswa (RPS) Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan nilai anggaran sebesar Rp1.299.388.000 atau sekitar Rp1,29 miliar.
Pekerjaan tercatat dilaksanakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Swakelola SMKN 6 Batang Hari dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kerja.
Munculnya keretakan pada sejumlah bagian selasar menimbulkan pertanyaan mengenai mutu material, metode pengerjaan, serta kesesuaian hasil pembangunan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Namun, kondisi tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa pekerjaan tidak sesuai spesifikasi. Diperlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan penyebab keretakan dan menilai apakah kondisi bangunan berpengaruh terhadap keamanan serta daya tahan konstruksi.
Proyek Rp1,29 Miliar Perlu Dievaluasi
Penggunaan anggaran negara untuk pembangunan fasilitas pendidikan semestinya diikuti pengawasan yang memadai, kualitas pekerjaan yang terjamin, serta pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan.
Karena itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan pihak SMKN 6 Batang Hari perlu memberikan penjelasan terkait kondisi bangunan tersebut, termasuk proses pengawasan, pemeriksaan hasil pekerjaan, dan pemeliharaan setelah proyek selesai.
Pertanyaan yang perlu dijawab adalah apakah keretakan tersebut telah diperiksa, apa penyebabnya, dan apakah hasil pekerjaan sudah sesuai dengan spesifikasi teknis serta ketentuan yang berlaku.
Jika hasil pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian spesifikasi atau indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek, persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMKN 6 Batang Hari belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi awak media terkait kondisi selasar yang mengalami keretakan di sejumlah titik.
Upaya konfirmasi tersebut dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi bangunan, kualitas pekerjaan, serta pengawasan terhadap proyek pembangunan yang menelan anggaran negara sekitar Rp1,29 miliar tersebut.
Belum adanya tanggapan dari pihak kepala sekolah membuat sejumlah pertanyaan mengenai penyebab keretakan dan evaluasi hasil pekerjaan masih belum terjawab.
Redaksi menegaskan bahwa konfirmasi kepada pihak sekolah merupakan bagian dari upaya memperoleh informasi yang berimbang, sekaligus memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk menjelaskan kondisi sebenarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab keretakan dan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Redaksi gematrandingnews.com membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Kepala SMKN 6 Batang Hari, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, tim pelaksana swakelola, serta pihak terkait lainnya demi menjamin pemberitaan yang berimbang dan akurat.
(Red)


















